Blog Suka Suka

Random #11 : Tiga Masa

Mengapa kita harus melalui 3 masa? Bayi, remaja, tua.
Apakah hanya dengan begitu hidup kita menjadi lengkap?
Ataukah ketiga waktu itu harus dijalani agar kita menjadi manusia yang seimbang sehingga bisa disebut bijak?

Banyak pelajaran dan pengalaman yang kita dapatkan selama beberapa kurun waktu yang penting tersebut. Mungkin jatuh, bangun, dan jatuh lagi.

Mengikuti siklus alam pun, matahari memiliki fase terbit, terik, terbenam. Apakah dengan melewati fase itu, kita telah membuktikan bahwa kita mampu menghadapi rintangan dan ujian? Tidak semua orang beruntung melalui 3 kurun waktu.

Ketika berhasil mendapatkannya, kita bahkan merayakannya sebagai bentuk pencapaian. Barangkali disetiap tahapan, ada saja yang kita dapatkan dan hilang dari kita. Disaat kita masih berdiri tegar disetiap kurun waktu itu, kita merasa patut mensyukurinya.

Ketiga kurun waktu itu mungkin tidak bertujuan untuk membuat kita menjadi manusia sempurna, itu pun tidak akan terjadi. Tapi setidaknya membuat kita menjadi sosok yang lebih tangguh sekaligus tabah. Membuktikan kita membuat lebih bertahan.

Mungkin begitu juga yang terjadi pada cinta. Mencintai sepanjang waktu yang berbeda merupakan hal mutlak untuk membuktikan kesungguhan, dan mungkin kesetiaan.

Pagi ketika kita membuka mata pertama kali. Siang ketika kita harus berpisah sementara waktu untuk melakukan aktivitas masing-masing. Malam ketika memutuskan kemana kita akan kembali pulang. Di setiap sela itu, bukan tidak mungkin kita lengah dan lupa. Masa-masa kritis yang harus harus kita lalui untuk membuktikan seberapa besar cinta kita.

Tentu ada alasannya mengapa pagi diciptakan dengan dingin, siang dengan terik, dan malam dengan kesejukan. Seandainya kita tunduk dan patuh dengan irama itu, kita tidak hangus oleh ego dan alpa. Selalu ada saat-saat untuk meneduhkan, kita yang kerap mengabaikan.

Jika dianalogikan, barangkali pagi untuk melihat, siang untuk memahami, malam untuk menemukan. Menumbuhkan, menjaga, merawat. Apakah betul, selalu saja ada tiga hal untuk satu keseimbangan? Apakah betul, hanya dengan begitu cara untuk meyakini cinta?

Siapkah kini kita berkata: Aku akan mencintaimu, pagi, siang dan malam?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s