Blog Suka Suka

Narsisme

Berdasarkan legenda Yunani, terdapat seorang pemuda bernama Narcisuss yang jatuh cinta pada bayangan dirinya yang terpantul di permukaan sebuah danau. Demikianlah kisah etimologinya sehingga kini kata narsis dipakai untuk menyebut orang yang terlalu kagum, bangga, dan memuja diri sendiri, walaupun kadang istilah narsis juga populer diselewengkan atau disejajarkan dengan tindakan rajin foto-foto yang lebih tepat disebut ‘banci kamera’.

Setiap manusia di dunia ini pasti memiliki gangguan kejiwaan tertentu. Narsis adalah salah satu gangguan dan ilusi yang perlu kita miliki dalam kehidupan sehari-hari.

Gue berpendapat seperti itu karena sedemikian banyaknya orang yang terhambat dari sukses karena merasa dirinya rendah, lemah, bodoh, kecil, kalah, dan berbagai skala inferioritas lainnya. Kita hidup di dalam dunia modern yang memaksa kita untuk terbiasa menilai diri sendiri berdasarkan apa yang orang lain inginkan dari kita dan apa yang orang lain lakukan dalam hidup mereka.

Gue ulangi sekali lagi: kita terbiasa menilai diri sendiri berdasarkan keinginan orang lain dan prestasi orang lain.

Mungkin kalian jarang melatih menghargai diri sendiri sebagai kepribadian yang unik, utuh dan apa adanya, jarang memberikan perhatian yang diperlukan oleh jiwa kalian untuk berkembang menjadi pribadi yang dewasa dan matang. Tidak heran kita merasa cemas, depresi, sulit mengambil keputusan dan serba berkekurangan. Kita perlu belajar bagaimana sepenuh hati menyukai dan mencintai diri sendiri, agar bisa menyadari rasanya ketika bertemu dengan orang lain yang sepenuh hati menyukai dan mencintai diri kita. Cinta adalah sesuatu yang abstrak, bagaimana mungkin kalian bisa menghargainya jika kalian sendiri belum pernah merasakannya? Terlebih lagi, bagaimana bisa menemukan cinta jika kalian sendiri pun merasa tidak layak dicintai?

Narsisme memiliki sebuah peranan yang berguna dalam hidup dalam artian membiasakan diri untuk berhenti bergantung pada standar dan prestasi orang lain untuk membuat diri sendiri bahagia.

Narsisme, jika dikendalikan dengan baik, adalah sebuah perilaku yang sehat sebagai mana dijelaskan oleh seorang ahli di bidang transformasi, David Cicia, sebagai berikut:

“Narcissism is built into our very beings. Focus on self (ego) is essential to life, living and functioning. Individual existence is narcissistic, thus it’s called existential narcissim. Psychology – especially object-relations psychology – has pointed out the central importance of narcissism in normal human development and functioning. They call it primary narcissism, and it is healthy. On the other hand, toxic narcissism is what causes subjective suffering. It is the over-focus on self, as part of the downward spiralling negative feedback loop that comes from the basic misstep of attention”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s