Blog Suka Suka

Tentang Baterai Laptop

Beberapa orang berasumsi bahwa pada notebook, sumber kelistrikan primer adalah baterai notebook itu sendiri. Pada saat charger dikoneksikan dengan notebook, maka charger akan mengisi baterai, tapi sumber kelistrikan notebook tetaplah dari baterai, bukan listrik yang dikelola oleh charger. Sehingga orang berpendapat bahwa tetap perlu untuk menancapkan sumber listrik AC menggunakan charger selama berjam-jam, karena diasumsikan bahwa baterai tidak pernah mencapai kondisi penuh terisi; terus disedot oleh notebook.

Padahal, pada saat menancapkan sumber listrik AC menggunakan charger notebook itu saja, sumber kelistrikan notebook sudah berubah total, yang semula mengandalkan baterai, menjadi mengandalkan sumber listrik bolak-balik (AC). Jika tidak percaya, bisa dikroscek melalui tool Power Meter. Sistem operasi sendiri membedakan perlakuan antara notebook pada saat terkoneksi dengan listrik dan sumber listrik baterai notebook yang mandiri, seperti pada Windows yang dapat dilihat pada Power Managerment-nya. Atau setidaknya, rasakan perbedaan antara notebook pada saat tanpa terpasang charger dengan yang terpasang, maka pada saat terpasang charger, kondisi layar LCD akan jauh lebih terang. Ini terjadi karena pada saat tanpa sumber AC yang terpasang, maka mode power-save diaktifkan dengan tujuan memelihara konsumsi daya pada baterai.

Jika belum percaya, bahwa pada saat charger dipasang, baterai tidak lagi diandalkan sebagai sumber listrik, maka coba saja melepas baterai pada saat charger terpasang dan sistem operasi masih berjalan. Pasti didapati di mana proses tetap berjalan normal, yakni notebook tidak padam, yang secara langsung menunjukkan bahwa sumber kelistrikan notebook beralih dari baterai ke jaringan listrik AC pada saat charger dipasang.

Power Meter menyebutkan, pada kondisi baterai telah penuh, selebihnya proses charging telah berhenti dan sumber listrik tetaplah listrik AC, bukan baterai, itu berarti nyalanya notebook pada saat itu tidak akan mengurangi daya baterai, melainkan mengambil dari listrik yang sudah diolah oleh charger menjadi listrik searah (DC) yang siap dikonsumsi oleh notebook, sebagaimana listrik DC dari baterai.

Melepas beterai ketika terhubung dengan power listrik:

Pro:

• Melindungi siklus isi ulang

• Membiarkan baterai pada suhu rendah, sehingga memperlambat proses penuaan

Kontra:

• Kehilangan fungsi backup dari baterai ketika power listrik mati

• Data bisa hilang atau bahkan rusak jika tanpa fungsi backup power dari baterai

• Perlu UPS (uninterruptible power supply) untuk menggantikan fungsi backup

Membiarkan baterai terpasang:

Pro:

• Baterai berfungsi sebagai cadangan jika listrik tiba-tiba mati.

• Lebih mudah dan efisien untuk dibawa

• Baterai tidak perlu waktu penghangatan (seperti jika disimpan dilemari es)

Kontra:

• Kehilangan sebagian siklus isi ulang

• Suhu baterai meningkat dan mengakibatkan lebih cepat menurun kemampuannya

Memperpanjang Usia Baterai

* Kalibrasi baterai dengan ‘pakai habis’ setiap 30 kali pengisian untuk menjaga akurasi elemen didalam baterai. Pakai notebook hingga baterai habis terpakai sebelum dicharge.
* Hindari pengulangan ‘pakai habis’ yang teratur. Baterai Li-Ion lebih sedikit kehilangan kapasitas penyimpanan ketika dicharge sekalipun belum habis pakai.
* Lepas baterau dan simpan di tempat yang dingin dan kering. Level pengisian optimum adalah 40% untuk penyimpanan yang panjang. Menyimpan baterai dengan daya yang rendah akan menimbulkan kerusakan secara permanen. Karena itu, biasanya ketika membeli notebook baru, baterainya sudah terisi sekitar seperempat hingga setengah.
* Jika menyimpan baterai di lemari es, gunakan kantong plastik yang tertutup rapat untuk menghindari kelembaban. Biarkan baterai menghangat pada suhu ruangan sebelum dipakai atau menge-charge-nya.

3 responses

  1. Saya jujur saja baru tahu, karena selama ini saya berpendapat kalau yang namanya baterai jadi sumber utama. Jadi kalau hidupin Laptop, charge baterai ya nggak cepat penuh karena Baterai dicharge dan energi yang masuk ke baterai digunakan lagi untuk menjalankan Laptop. Ternyata salah hehe… Kalau baterai cepat drop karena dicharge dan dihidupkan itu penjelasannya bagaimana ya?

    17 February 2012 at 23:25

  2. Thank’s infonya🙂

    24 May 2012 at 06:49

  3. Met kenal.. Aku wisnu blogger.

    26 May 2012 at 20:47

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s